Jumat, 27 Januari 2017

Mengacungi Jempol Rektor dan Wakil Rektor UII yang Mengundurkan Diri

Di tengah berita utama tentang kasus korupsi salah satu hakim Mahkamah Konstitusi yang memalukan, ada berita yang menangkap perhatian gue saat nonton tv semalam. Yaitu Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang mengundurkan diri, tanpa ragu.

Bapak Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. mengundurkan diri di hadapan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Mohammad Nasir saat rapat tertutup dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V Yogyakarta, kemarin.

Beliau memilih mundur karena merasa teledor atas meninggalnya tiga mahasiswa UII dalam acara 'Diksar The Great Camping 37' di kaki gunung lawu yang diadakan Mapala Unisi.

"Sebagai pimpinan dan tanggung jawab moral, saya mengundurkan diri. Kesalahan bukan pada anak buah. Kesalahan mutlak pada pimpinan. Saya memohon maaf sebesar-besarnya karena telah mencoreng nama baik Pendidikan Indonesia" Ujar pak rektor pada kamis (26/1/2017).

"Tidak ada paksaan atau sanksi, murni dari saya secara moral karena saya gagal memimpin. Dari pada pertanggungjawaban saya di akhirat nantinya berat" tambah pak rektor.


Bapak Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. atau biasa dipanggil pak Har, foto dari sini

Setelah semalam sempat membuat petisi dengan judul Save Rektor UII di laman change.org. Pagi ini, Mahasiswa UII melakukan aksi unjuk rasa penolakan atas keputusan mundurnya pak Rektor Harsoyo tersebut.

Namun belum sempat #SaveRektorUII berjaya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul Jamil, SH. ikut mengundurkan diri juga.

"Saya tidak mau akreditasi UII dicabut gara-gara saya dan pak rektor tidak mengundurkan diri. Maaf adek-adek, ya. Jadi perbuatan, statement saya mengundurkan diri, itu adalah tanda saya mencintai UII" kata beliau sambil menangis.

Note: Tadinya video gue pengen ambil dari akun @lambe_turah di instagram, tapi begitu mau di save, akunnya di gembok, yang mau liat videonya silahkan kesana, kalau belum dihapus.
**

Gue sebagai mahasiswa tentu mengharapkan orang baik seperti beliau-beliau selalu berada di jalur pendidikan. Karena sejatinya, pendidikan adalah kejujuran dalam bermoral. Mempunyai etika dan berbudi luhur tinggi adalah contoh orang-orang terdidik, yang jika memimpin pasti selalu adil, bahkan sejak dalam pikiran.

Keputusan yang bapak rektor dan bapak wakil rektor UII ambil adalah cerminan dari pendidikan yang bersih. Jika tanpa kemurnian hati, tak mungkin keputusan seperti ini bisa keluar.

Begitulah memang, Pemimpin yang baik selalu di sayang dan di rindukan bagi siapapun yang masih memiliki akal sehat. Kami menaruh hormat padamu, pak.

Setelah baca artikel kenapa tiga mahasiswa UII bisa meninggal disini, gue yang merupakan pecinta alam juga sangat menyayangkan kenapa hal ini bisa terjadi. Memang bergiat dengan alam bebas harus memiliki mental yang kuat, tapi mental yang kuat tentu tidak bisa dihasilkan dalam waktu singkat.


Yudi, Senior Mapala Unisi yang juga sebagai pemimpin regu, foto dari @lambe_turah
Baca juga: Apa yang bisa kita banggakan dari kota Depok?

Bagikan

Jangan lewatkan

Mengacungi Jempol Rektor dan Wakil Rektor UII yang Mengundurkan Diri
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

2 komentar

Tulis komentar
avatar
31 Januari 2017 16.23

Wah, saya malah baru tahu Rektor dan Wakil Rektor III UII mengundurkan diri.

Subhanallah... Ini adalah bentuk tanggung jawab yang sangat tinggi dari seorang pemimpin yang merasa gagal. Kalau saja pemimpin-pemimpin negara ini bersikap seperti mereka berdua ketika gagal memimpin, maka mungkin carut-marut negara ini tidak seperti ini....

Reply
avatar
31 Januari 2017 19.18

Yap betul, itulah yang kita semua bangsa Indonesia harapkan. Supaya manusia yang tergabung dalam institusi pemerintahan lebih mempunyai moral, etika dan budi luhur yang tinggi. :D

Reply

Komentar sangat dibutuhkan bagi seorang Blogger #FYI

Orang baik komentarnya akan baik; Orang buruk komentarnya akan buruk.

Terima kasih dan Terima apa adanya | ... ?

Beri komentar yang bersifat membangun yak :D #ThinkHIGH